Mobile Edition
By Blogger Touch Khasiat Temulawak | tanamanobat

tanamanobat

Temulawak adalah salah satu tumbuhan dari 19 jenis temu-temuan keluarga Zingiberaceae yang tumbuh di Indonesia dan sudah lama dikenal sebagai tumbuhan obat yang digunakan untuk menjaga kesehatan dan pengobatan tradisional penyakit kuning dan gangguan hati, diare, sembelit, pegal linu, penambah nafsu makan, pencuci darah, mengatasi gangguan sekresi empedu, pelancar ASI, dan lain-lain.


Khasiat dan Kegunaan Temulawak:

1. Sebagai hepatoprotektor

Penggunaan ekstrak Curcumae Rhizoma dosis tinggi dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT.

2. Sebagai alternatif pengobatan gangguan fungsi hati, seperti: hepatitis (peradangan hati) dan fatty liver (perlemakan hati). Kurkuminoid temulawak (Kurkumin dan desmetoksikurkumin) berkhasiat mengobati gangguan fungsi hati dan mencegah perlemakan sel-sel hati dengan mekanisme kerja :

Sejak awal abad XVI tumbuhan ini mulai dikenal dan popularitasnya terus meningkat. Pada akhir abad XVI, temulawak sudah dikenal di Eropa dan saat ini menjadi salah satu bahan dasar untuk fitoterapi di beberapa negara Eropa. Berbagai penelitian ilmiah dan uji klinis telah dilakukan sejak beberapa dekade terakhir ini, baik oleh ilmuwan di Indonesia maupun di dunia, dan hasilnya pada umumnya mendukung pemakaian temulawak sebagai obat tradisional penyakit kuning (hati) dan pegal linu.

Semua bagian dari temulawak berkhasiat, namun bagian yang paling berharga adalah rimpangnya (umbinya). Rimpang temulawak ini mengandung lebih dari 100 macam senyawa seperti amilase, fenolase, lemak, zat pati, mineral, senyawa turunan fenol (kurkuminoid) dan minyak atsiri. Seperti umumnya fitoterapi, senyawa-senyawa tersebut bekerja secara totalitas meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam dunia fitoterapi, temulawak dikelompokkan sebagai “adaptogen”, yaitu bahan tidak berbahaya, yang dapat mendorong peningkatan resistensi untuk melawan racun atau yang dapat mempengaruhi secara fisik, kimia, dan biologi. Secara umum dapat dikatakan bahwa temulawak mempunyai efek menormalkan jaringan yang terganggu.

Kandungan kimia rimpang temulawak adalah zat pati (sebagai kandungan terbanyak, biasanya digunakan sebagai bahan makanan), kurkuminoid, dan minyak atsiri.


Dari hasil penelitian diketahui bahwa khasiat temulawak terutama disebabkan oleh dua kandungan kimia utamanya, yaitu kurkuminoid dan minyak atsiri.

Kurkuminoid temulawak ini adalah komponen pemberi warna kuning pada rimpang temulawak, terdiri atas dua jenis senyawa yaitu kurkumin dan desmetoksikurkumin yang berkhasiat menetralkan racun, menghilangkan rasa nyeri sendi, meningkatkan sekresi empedu, menurunkan kadar kolesterol dan trigeliserida darah, anti bakteri, serta dapat mencegah terjadinya perlemakan dalam sel-sel hati dan sebagai anti oksidan penangkal senyawa-senyawa radikal bebas yang berbahaya.

Minyak atsiri temulawak adalah cairan berwarna kuning/jingga yang mempunyai rasa yang tajam dengan bau khas aromatik, terdiri atas 32 komponen (senyawa turunan monoterpen dan seskuiterpen) yang secara umum bersifat meningkatkan produksi getah empedu dan bersifat antiinflamatori. Kandungan utama dalam minyak atsiri temulawak adalah: xanthorrhizol (21%), germakren, isofuranogermakren, trisiklin, afla-aromadendren.

Sinergi antara zat warna kurkuminoid dan minyak atsiri mempunyai kemampuan mempercepat regenerasi sel-sel hati yang mengalami kerusakan akibat pengaruh racun kimia.

* Mempunyai aktifitas kolagoga, yaitu meningkatkan produksi dan sekresi empedu yang bekerja koleretik dan kolikonetik yang berpengaruh pada hati, kandung empedu, dan pankreas.
* Meningkatkan pengeluaran kolesterol melalui usus dan menurunkan kadar kolesterol hati sehingga dapat mencegah dan memperbaiki perlemakan sel hati.
* Mengaktifkan lipid peroksidase supaya memecahkan lipid di hati.
* Meningkatkan aktifitas sitokrom P-450.

3. Menambah nafsu makan

Penggunaan ekstrak Curcumae Rhizoma dengan dosis rendah akan mempercepat pengosongan lambung sehingga akan menambah nafsu makan, sedangkan penggunaan dengan dosis tinggi akan memperlambat pengosongan lambung sehingga mengurangi nafsu makan.

4. Menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah (hipokolesterolemik).

Aktifitas kolagoga temulawak (kurkuminoid) meningkatkan sekresi cairan empedu yang akan menyebabkan fraksi-fraksi lipoprotein dalam empedu berkurang sehingga dapat digunakan pada gangguan metabolisme lemak yang berhubungan dengan metabolisme kolesterol yang erat kaitannya dengan arterosklerosis.

5. Anti radang

Minyak atsiri temulawak menghambat enzim siklooksigenase yang berperan dalam perubahan asam arakhidonat menjadi prostaglandin aktif.

6. Mencegah dan menyembuhkan jerawat

Temulawak mempunyai sifat astringensia yang menyebabkan terjadinya pengecilan pada muara folikel rambut atau pori-pori kulit sehingga secara tidak langsung akan mengurangi sekresi sel sebasea. Daya antiseptik ringan yang dipunyai ekstrak temulawak dapat membantu membersihkan kulit dari bakteri-bakteri patogen, sehingga radang jerawat berangsur membaik, mengering dan akhirnya sembuh.

Temulawak menghambat kerja enzim atau komponen lain yang esensial untuk pertumbuhan sel tumor.

REBIOCURCUMA adalah esktrak rimpang temulawak dalam kapsul, yang praktis dalam penggunaannya.

Komposisi:

Setiap kapsul REBIOCURCUMA mengandung 250 mg ekstrak rimpang temulawak.

Saran Pemakaian:

· Untuk pengobatan : 2 kapsul 3 kali sehari*

· Untuk pencegahan : 2 kapsul 1 kali sehari*

· Simpan di tempat yang sejuk dan kering

*½ jam sebelum makan atau 1 jam sesudah makan

Daftar Pustaka:
1.

Ditjen POM, Acuan Sediaan Herbal. (Jakarta: Depkes RI, 2000, Edisi Pertama)
2.

Sidik Moelyono, Muhtadi dan Rosa, Makalah seminar: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Botani, Etnobotani, Kimia, Farmakologi dan pemanfaatannya dalam kesehatan.
3. Sidik et al. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)
4. Sidik, Sujono Hadi, Hepatitis, Penanggulangan dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat sebagai hepatoprotektor; Bandung, 1988.
5.

Pangestu Adi, Simposium Curcuma: Alternatif Pengobatan Penyakit Hati, Surabaya: 13 Januari 1996.
6.

Melly Budhiman, Simposium Curcuma: Alternatif Pengobatan Penyakit Hati, Surabaya: 13 Januari 1996.
7.

Simposium Nasional Temulawak, Unpad, Bandung; 1985.
8. Setianingrum, et al. Pengaruh Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Untuk meningkatkan Nafsu Makan Pada Penderita Anoreksia Primer; FK UNDIP; Semarang; Juli 1999.
9. Materia Medika Indonesia Jilid III, Depkes RI; 1979
10.

Yasni S., et al. Indentification of an Active Principle in Essential Oils and Hexane Soluble fraction of Curcuma xanthorrhiza Roxb. Showing

Triglyceridw Lowering Action in Rats; Unpad Bandung, 1993.
11. Sharma, O.P. Antioxidant Activity of Curcumin and Related Compounds, Biochemical Pharmacology, vol 25; 1976.
12. Hjorth H, et al, Studies on Curcumin and Curcuminoids, Effects of Curcumin on Liposomal Lipid Peroxidation; Instiute of Pharmacy; University of Oslo; 1992.
13. Reddy Pulla, et al. Studies on Spice Principle as Antioxidants in The Inhibition of Lipid Peroxidation of Rat Liver Microsomes; Biochemistry Section, Departement of Food Chemistry; central Food Technological Research Insitute, Mysore; India; 1992.
14. Srivastava, et al. Curcumin, a major (Curcuma longa) Component of Food Spice Turmeric Inhibits Aggregation and Alters Eicosanoid metabolism in Human Blood Platelet, United Kingdom; 1995.
Source : www.rich.co.id/rebio/rebiocurcuma.html

Categories: